Leave Me Alone

Aku adalah Diam

Rindu, Mimpi dan Tanda Tanya

Baca tulisan ini sambil dengerin lagu ini yuk

Wish You Were Here – Neck Deep (Cover)
Atau
Wish You Were Here – Endah n Rhesa

Tulisan kali ini terbuat karena aku baru saja melihat teman temanku mulai sidang dan lulus kuliahnya. Ah, senang dan lega rasanya melihat mereka. Sebenernya ada rasa iri juga sih, ya tentu saja hahaha.

Melihat teman teman berjuang dengan skripsinya, terutama sering mendengar cerita ikin dengan skripsinya, aku merasa sangat iri. Lihatlah aku di sini, minum obat setiap hari pagi dan malam, berlawankan mimpi buruk hampir di setiap malamnya, melawan ego dan benci diri sendiri, mengutuk diri sendiri karena sudah menjadi seperti ini. Ah, sial. Tapi aku harus berusaha juga, seperti teman temanku di Malang sana. Ayo berjuang bersama. Dulu kita selalu senang senang bersama, masa kita mau bersedih juga terus menerus. Semangat untuk siapapun yang membaca tulisan ini.

Walaupun pada akhirnya siapapun yang membaca tulisan ini, aku rasa dia adalah sahabat dan teman terdekatku. Untukmu, semangatlah terus, jika merasa lelah, menepi lah, bersandarlah dengan orang yang menurutmu layak untuk kamu sandari, dan kamu merasa nyaman dengannya, jangan menyerah karena di ujung sana ada kebahagiaan yang menunggu mu. Kesuksesan pun menyertaimu jika kamu selalu berusaha.

Apapun yang terjadi padamu, semangat lah selalu, liat aku di sini sedang berusaha mengejar mimpi yang tertunda dan bertanda tanya ini, kau pun harus sama, kejarlah mimpi mimpi itu. Jika kau merindukan ku seperti aku merindukanmu, lihatlah bulan, karena aku akan menunggu mu di sana dan kita akan bertemu. Cintai dirimu, hargai dirimu karena sudah melalui banyak hari menyebalkan dan menyedihkan, dan liatlah dirimu yang selalu berjuang itu. Semangat skripsinya teman teman, ayo berjuang.

“Make your dreams fulfilled, and don’t forget to take me with you someday”
-Endah n Rhesa

1410529417130

Selamat Lita, udah S.Ikom duluan

1410529452592

1410530015765

1410530059259

Samarinda, 24 Oktober 2018

 

 

Advertisements

Kadang, hidup memang benar – benar brengsek

22 Februari 2018 RS AWS Samarinda, Edelweis 15.

And, I’m sad. Again.

Halo

aku menulis lagi setelah sekian lama dari tulisan terakhirku

Sebenernya males sih, tapi pengen. Gimana dong tuh anjeng

Oke serius

Tulisan kali ini tentang cerita beberapa bulan terakhir yang ku alami aja ya?

Jadi, awal bulan Mei aku terpaksa harus balik ke Samarinda. Padahal waktu itu lagi asik di Malang. Emang bener sih, aku harusnya kuliah dari bulan Maret sampe Juli. Tapi ga pernah 1 kelaspun aku masuk. Karena ya, setiap kali mencoba memberanikan diri pergi masuk ke kelas, aku selalu dapat serangan panik. Nih, ceritain sekali ya, waktu itu ada kelas AIK jam 1 Siang, aku udah semangat banget mau kuliah, berangakat dari kontrakan makan dulu jam set 1, pokoknya udah semangat lah. Kelas AIK itu kelasnya di Masjid gitu, jadi waktu itu udah tiba di masjid setengah jam sebelum kelas dimulai. Ini pertama kalinya akan masuk kelas yang beda angkatan, karena ini sebenernya kuliah ngulang gitu. Waktu itu aku gatau kelasku, jadi nanya dulu ke mba mba penjaga di masjid. Ketika aku menuju kelas, udah mulai nih degdegan nya, begitu melihat kelas dan temen temen baru yang ga kukenal satupun, mulai nih panik. Tapi masih belum parah banget, aku ga berani samperin. Pokonya merhatiin dari jauh aja lah pokoknya. Kemudian, gak lama, dosennya dateng, wah kacau tandanya harus buru buru masuk kan. Eh tau ga apa yang terjadi? tibatiba pas mau masuk kelas, ive got panic attack. Parah banget, kepala tiba tiba pusing, keringat bercucuran, perut tibatiba mual. Alih alih masuk kelas, aku malah lari pergi ke toilet. Muntah muntah sampe 5x, inget banget baju sampe kotor dan basah karena keringet. Waktu itu mikir, dengan kondisi seperti ini, udah ga mungkin rasanya masuk kelas. Yaudah deh, ambil air wudhu, shalat 2 rakaat, lalu pulang ke kontrakan. Waktu itu gaada yang tau kejadian itu, aku belum ada cerita ke siapapun. Setelah beberapa hari kejadian itu, mau masuk kelas lagi malah mengulangi hal yang sama. Sial. Aku benci diriku. Sejak saat itu, ga pernah masuk kelas alias ga pernah kuliah lagi akunya. I’m sorry.

Setelah itu, diriku dipenuhi kebohongan. Aku selalu bohong ke temen temen bahkan bapak ibu, aku berkata bahwa aku kuliah dan baik baik saja. Padahal aku sekarat akan diriku.

Kemudian, 1 bulan hidup dalam kebohongan, akhirnya aku memberanikan diri konfrontasi ke teman paling dekatku dulu ikin, tio dan wina. Waktu itu ingat sekali, aku pertama cerita soal kebohongan bahwa gak kuliah itu ke Tio, aku tau tio gak bakal marah, malah dia menyarankan aku untuk membiacarakn hal ini ke orangtuaku. Waktu itu yang marah adalah Wina. Maaf ya wina, aku bohong sama kamu. Terakhir, konfrontasi ke Ikin. Waktu itu, butuh waktu seminggu baru aku memberanikan diri ngomongin hal ini ke Ikin. Aku bilang ke dia, aku butuh bicara dengan kamu. Ingat sekali, aku ngajak ikin ke Indomaret di daerah Belimbing pukul 2 dini hari. Sebelum itu, aku sempat ada beberapa masalah besar sama ikin. Kami bertengkar hebat, sampe aku melarikan diri ke teman SD ku saat itu. Pendek cerita, akhirnya ceritalah semua kebohongan itu ke Ikin. Dia gak marah, malah dia bilang dia udah tau dari gerak geriku kalau aku bohong dan ga pernah kuliah. Ckckc, jago kamu cuk. Singkat, akhirnya selesai sudah confess ke ikin. Selesai masalah? tidak, harus cerita juga ke orangtua.

Beberapa hari setelahnya, aku ceritakanlah semuanya ke orangtuaku. Akhirnya, disuruhlah pulang ke Samarinda secepatnya.

Dalam kurun waktu itu, aku seringkali kambuh depresinya daripada manik. Hampir setiap malam, dini hari, hingga subuh aku menangis. Sudah 3x lenganku berdarahan hebat karena aku lagi lagi mencoba membunuh diriku. Aku sedih. Aku penuh kesedihan. Aku terluka. Aku membenci. Rasanya begitu sepi, sunyi, rasanya hanya ada aku sendiri saat itu. Tidak ada yang menyayangi, semuanya menyalahkanku.

Ya, semua ini memang salahku.

Balik ke Samarinda, apakah semuanya akan baik baik saja? Tentu tidak, karena dasarnya aku belum benar benar sembuh. Di mana pun aku berada, Bipolar bersamaku.

Selama sebulan di bulan Ramadhan, aku berusaha menutup kambuh depresiku sendiri. Aku tidak ingin keluargaku tahu bahwa aku depresi. Menyimpan semuanya sendirian, begitu menyedihkan, menyakitkan. Ditambah, saat itu aku sedang dalam masalah komunikasi sama Wina. Sehingga, aku tidak punya teman untuk berkeluh kesah saat itu. Aku benar benar sendirian.

Bulan ramadhan berlalu, aku “terlihat” sehat dan normal.

Hingga suatu minggu, aku kambuh parah sekali depresinya. Sebelum itu manik yang menganggu. Tiba tiba, dihajar langsung sama depresinya. Sesak. Seminggu, selalu sebelum tidur dadaku sesak sekali, sakit, rasanya seperti menahan duri. Hingga diujung minggu, aku sudah tidak sanggup lagi dan di bawa ke IGD Rumah Sakit Jiwa. Sialnya, aku tidak bertemu Psikiater, malah adanya Dokter Umum saat itu. Dia bilang aku cuma maagh kambuh. Fuck.

Hingga detik ini ketika tulisan ini ditulis, ya, aku kambuh kambuhan. Entah itu manik, terlalu bersemangat hingga tidak bisa tidur berhari hari, atau itu depresi, tidak bisa beraktivitas hingga berfikir jernih.

Ini lah diriku

Aku, sendiri.

Ini adalah lirik yang kutulis ketika masa masa menyedihkan itu kulalui.

 

“There’s a riot inside my head”

This room is quiet
and theres a riot
inside my head
inside my head

The sun can go down
But feelings will not drown

Yesterday just like today
Tomorrow will be the same
I stopped here dying in between
No more hate
No more lonely
After this, its all over

im damaged
im broken
my pain in silence
its killing me
its killing me

im tired and im stopped here
i stopped hoping
i stopped wishing
after this, its all over

 

 

Sekian untuk kali ini.

Duan
Samarinda, 1 September 2018

Untukmu Yang Menyelamatkan Hidupku

Untukmu,

Menurutku, kau pantas memperoleh dunia ini. Aku tau, kau pasti tidak menyadarinya. Aku selalu berpikir, apa yang sudah aku lakukan untuk bisa mendapatkanmu dalam hidupku.

Kau mengajariku apa sebenarnya arti dari kata Setia. Tentu saja, aku sudah mati bunuh diri sejak lama kalau saja tidak ada kau dalam hidupku. Kau memasuki hidupku tanpa tujuan untuk memperbaikinya, tapi kamu melakukannya, bahkan tanpa kau sadari.

Kau adalah manusia, yang menyalakan semua api yang padam.
Kau adalah manusia, yang menghidupkan semua yang mati.
Kau adalah manusia, yang meringankan semua yang berat.

Aku membutuhkanmu. Bahkan orang lain pun.

Kau membuatku tertawa bahagia ketika aku sedang sedih, dan kau memaafkanku atas kalimat yang kuucapkan ketika aku sedang marah.

Kau percaya padaku, bahkan ketika aku tidak mempercayai diriku sendiri.
Kau mencintaiku, bahkan ketika aku tidak mencintai diriku sendiri.

Kau adalah Jiwa yang paling indah yang pernah aku kenal. Karena cintamu tidak pernah takut, tidak pernah ragu, atau lemah. Itu adalah “Force” yang paling kuat yang pernah saya rasakan, tidak bisa dihancurkan dan tanpa syarat.

Kau jauh lebih kuat dari sesuatu yang pernah kau bayangkan.

Kau jujur dan penuh perhatian. Kau lucu dan cerdas. Kau kuat.

Kau mengubahku menjadi baik, dan jangan sampai seseorang mengubahmu menjadi sesuatu yang buruk. Jika itu terjadi, aku akan memburu dan membunuhnya.

Mungkin kau tidak percaya dengan dirimu yang aku tulis di sini, tapi percayalah, itulah yang selalu kulihat ketika aku melihatmu di setiap hariku.

Itulah mengapa kau berhak mendapatkan Dunia. Karena kau mengubahnya. Karena kau mengubah Dunia. Duniaku.

Ditulis dengan Cinta,
Dari Jiwa Yang Sudah Kau Selamatkan.

Malang
31 Maret 2018

 

” JAUH “

Hi…

Sebenernya saya lagi ga mood untuk nulis, tapi sepertinya ini harus ditulis walau hanya sedikit. Lesgo!

Beberapa hari ini saya kambuh. Kambuh Bipolarnya, kambuh depresinya, lebih-lebih kecemasannya. Hampir setiap malam, di pagi buta, saya selalu menangis. Mengingat apa yang pernah terjadi, dan kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi. Salah satunya yang parah hari ini, tidak tau esok hari apakah masih seperti ini atau tidak. Saya mulai menyayat pergelangan tangan saya lagi, dengan harapan mengurangi rasa sakit yang saya rasa. Rasanya tidak seperti sakit di fisik, ya, memang benar, rasa sakitnya di jiwa. Seperti hati ini remuk, sakit sekali, perih rasanya.

Hari ini juga, saya mengabaikan panggilan telfon dari ibu sebanyak 23x. Menghabiskan hampir 15 batang rokok. Dan mulai menyayat lagi. Memikirkan bagaimana cara mengakhiri hidup ini. Dan pikiran ini selalu terngiang ngiang di dalam kepala saya.

Ya, beginilah rasanya. PERIH.

Tulisan ini akan saya akhiri dengan Tulisan di bawah ini. Terimakasih.

Berjudul:

“JAUH”

Aku tak berdaya
Aku terluka
Ini jiwa, kau pikir apa?
Aku bernafas, namun dalam cemas dan takut

Hey Tuhan yang Kuasa, aku ingin pergi
Aku ingin ke tempat yang Jauh
Aku ingin pergi
Aku ingin pergi jauh

Hey Tuhan yang Esa, apa yang kau rencanakan?
Jangan pernah berkata aku tidak sendiri,
Karena pada akhirnya, aku menderita pun sendiri
Kemana perginya mereka? Entah, kau cari tau saja sendiri

Aku ingin pergi, ke tempat yang Jauh.
Jauh dari sini, aku membencinya
Jauh dari hati, dia membencinya
Jauh dari Aku, akupun Membenciku.

 

– Malang, 30 Maret 2018

Serendipity

Hai, di subuh ini saya ingin bercerita tentang perjalanan saya di 1 tahun terakhir ini. Tahun ini bisa dibilang tahun paling melelahkan bagi saya. Btw, maaf, saya menulis ini sambil youtube-an dan merangkai playlist dan sedikit migren sebenernya. Tapi, demi dedikasi tinggi terhadap dunia penulisan cerita pribadi, mari kita hajar. Haha berlebihan. Cerita ini berdasarkan seingatan saya aja ya, hehehe.

Mari mulai.

Pertama, saya pengen ceritain soal band kesayangan saya nih, apalagi kalau bukan Daxos. Daxos itu lucu, punya target yang sok pengen cepet diselesain, tapi tetep kadang stuck di tempat yang sama, walaupun perkembangannya berjalan lambat, tapi niscaya pasti kok. Awal tahun, daxos dapat panggung yang cukup menarik, sudah lama daxos gak manggung, dan ketika dapat panggung, apresiasinya luar biasa, kami seneng bukan main, dapet apresiasi seperti itu, rasanya pengen berkarya sama daxos terus, rasanya gamau berhenti manggung kali itu, semua senang, semua bahagia.

IMG-20170129-WA0026

Bayu ngapa dah -_-

IMG-20170129-WA0025

Daxos emang keren

Di tahun ini juga, kami recording lagu ke 5 (kalau gak salah) btw, banyak juga ya udah lagu daxos ini, keren memang. Nah, recording kali ini, kami puas banget, asli puas. Karena di studio yang suasananya sepenuhnya baru, dengan operator baru yang super (singkop) fun dan hawa hawa recordingnya menyenangkan, walaupun saya tidak secara langsung take bass untuk recording kali ini, untung ada rio ya yang ngisi, keren jadinya. Yah, semoga daxos tahun ini bisa recording lebih banyak materi lagi, dan albumnya bisa cepet diselesaikan, semangat daxos, hajar terus jalanan. Hail Daxos!

 

IMG_0066

SiapTake!

IMG_0063

Bayu nih kenapa sih -____-

Kedua, saya mau cerita soal…. sek sek, lali, buka catatan sek…
Oalah, saya mau ceritain dikit soal keluarga saya. Saya mulai dengan…

IMG-20170206-WA0000

Tentu saja foto my Boss hehe

Entah apa yang terjadi, tahun ini keluarga saya tuh melewati banyak fase fase menyenangkan, walaupun gak dikit juga hal hal yang tidak mengenakan. Dimulai dari kondisi kesehatan bapak yang mulai digrogoti penyakitnya, sampe dimana saya didiagnosa memiliki gangguan mental. Menyedihkan, tetapi saya gamau bahas yang menyedihkannya ah, kita bahas yang menyenangkannya saja. Walupun tahun ini gaada liburan seperti tahun tahun sebelumnya, tapi saya merasa saya banyak menghabiskan waktu yang berharga bersama mereka. Saya ingat sekali, dimana saya berkumpul bersama kakak dan adik adik saya, membicarakan hal hal yang tidak pernah kami bicarakan sebelumnya, indah rasanya, menyenangkan, berharap bisa memiliki banyak waktu waktu seperti ini. Nah, di semester kemarin juga, bapak dan ibu saya mengunjungi saya di Malang, nah ini dia, di mana saya merasa menjadi anak satu-satunya, hahahaha sumpah rasanya menyenangkan sekali, minta apapun langsung dikabulkan saat itu juga. Jadi kangen mereka ketika nulis ini. Saya tahun ini benar benar menghabiskan banyak waktu sama mereka, juga sama saudara saudara saya yang lain.

Jpeg

Semoga bapak dan ibu sehat selalu, juga saudara saudara saya, semoga semuanya selalu bahagia. Aamin.

IMG-20170205-WA0002

Ena loh renang

Lanjut, yang ketiga nih.

Nah, yang ketiga ini saya mau ceritain soal Create Production, Tio Utomo, dan Wina Karina Alexandria. Mari…

Create Production, dih ribet bener dah nulisnya, itu adalah kelompok praktikum av 2 saya. Isinya ada Tio, Ikin, Wina, Halida, Saya dan Danwanus. Ini kelompok ajaib, biar kinerjanya slow, tapi pasti gituloh, nyantai nyantai mematikan gimana gitu. Menyenangkan sih waktu kelompokan sama mereka ini, karena kita kebanyakaan apa apa dibawa santai aja, jadinya ya gitu, nyanteeeee. Udah ah cerita soal Create, gausah banya banya. Oh iya, gara gara Create juga, saya ketemu pasangan keren, yaitu mbaknya Tio dan Pacarnya, mas Swedho dan mbak Nina. Mereka ini keren, entah kenapa kalau berada di deket mereka bawaannya bahagia aja, seneng. Pasti karena orangnya pinter, funny, asik, jadi bawaannya slow slow lucuk gitu deh.

IMG-20170523-WA0003

Create x Mas Swedho dan Mbak Nina. SIAP!

Lanjoootttt. Di semester ini juga, saya lebih mengenal dekat teman deket saya. yokpo seh kalimat e. Haha. Namanya Tio, mungkin karena selama ini kami sukanya bercanda mulu, jadi kurang tuh ada obrolan yang serius. Nah, di semester ini, pribadi asli Tio mulai keliatan sama saya, gimana pola pikir dan cara pandang dia terhadap dunia dan kehidupan, as always bahan favorit saya untuk dibicarakan. Tio ini orangnya menurut saya dimana dia tidak ingin hal hal yang buruk untuk dipertontonkan, maunya dia cuma munculin hal hal yang bahagia saja. Kadang sedih ketika saya gabisa selalu ada di waktu sedihnya tio, dia itu jarang terbuka orangnya, jadi rada susah. Tapi, saya sangat sangat sangat bersyukur punya tio sebagai sahabat saya, entap apa jadinya hari saya tanpa jokesnya tio ini. dih ga kebayang coy. lebay? biarin. pret. Ya kan, Yok? hahaha. Tio, semoga kamu bahagia selalu dengan kondisi kehidupanmu, aku tau kamu adalah orang yang kuat. Inget, aku selalu di sini untukmu, apapun yang terjadi.

IMG-20170704-WA0002

SIAP PAK MANDOR!

Setelah Tio, semester ini, saya juga bersyukur bisa memiliki Wina Karina Alexandria sebagai sahabat saya. Wina ini orangnya lucu lucu imut (ngeselin kadang) mirip (maaf) cino cino yokpo ngono. Wina datang di hidup saya ketika ada seseorang yang berharga di hidup saya yang saat itu “hilang” dari hidup saya. Waktu itu juga, saya berdoa, saya ingin punya sahabat yang benar benar ada. Dan mungkin Tuhan mengabulkan doa saya, yaitu Wina. Wina adalah orang yang hadir pertama kalinya ketika saya dijatuhi sebuah masalah, masalah apapun itu, wina selalu ada. Wina tau benar apa yang terjadi terhadap saya. Entah apa yang terjadi dengan saya beserta masalahnya kalau sudah tida ada Wina. Memang sih, ada Ikin (tulisan tentang ikin bisa dibaca di sini ) tapi tetep selalu Wina lah orang yang menolong saya. Gak kebayang hidup saya tanpa wina saat itu, dengan kondisi kejiwaan, pikiran, dan emosi yang saat itu sebegitu mengerikannya bagi saya. Oh iya, kemarin juga saya ikin dan tio sempet dibuat degdegan setengah mati sama Wina ketika dia harus operasi. Kami udah ketakutan dan kepikiran dia terus, eh dia dengan santainya ngirimin foto boneka bernama “kecil”. emang dah orang ini ngeselin lucu lucu imut. Wina, terima kasih sudah mau membantu saya, menerima saya sebagai sahabatmu, dan menyelamatkan hidup saya. Saya tau, wina wanita terkuat yang saya temui, dengan segala macam lika liku hidupnya, tapi saya tau, wina kuat! selalu bahagia dan senantiasa dilindungi Tuhan Winaku, terimakasih.

IMG-20170701-WA0000

Oke, lanjut ke cerita selanjutnya.

Ini udah keberapa ya? hahaha

Saya mau ceritain dikit tentang penyakit saya nih. Jadi, semester kemarin adalah semester terberat saya, untung ada tio ikin dan wina saat itu. Semester kemarin, saya didiagnosa Bipolar Psikosis, dengan depresi berat. Singkat saja, hari hari saya sebelum mengkonsumsi obat dari dokter, sangat berat seperti neraka, ada neraka di dalam kepala saya, ada suara yang tidak pernah berhenti berbicara, dan ada bayang bayang tentang kejamnya Dunia. Semua itu jadi satu, di dalam kepala, dan berbusa, rasanya selalu ada menggentayangi. Itu baru depresi, belum bipolarnya. Bipolar ini penyakit atau gangguan mood, di mana mood saya bisa berubah berubah disaat yang tidak tentu. Ada dua episode, yaitu manic dan depresif. Manic, di mana perasaan saya bisa sangat gembira, tidak merasa kantuk, dan memiliki banyak ide ide yang rasanya semuanya bisa saya kerjakan dalam satu malam. Depresif, episode sebaliknya, di mana saya sangat sangat sangat bisa membenci diri saya sendiri, orang terdekat saya sendiri, dan hal hal buruk lainnya. Nah, ditambah lagi ada gangguan Psikosis, semacam Skizofrenia gitu, saya biasanya suka halusinasi, kadang saya bisa melihat sesuatu yang orang lain gabisa liat, atau mendengar bisikan bisikan yang bikin saya ngobrol dengannya. Btw, saya sudah 3x mencoba bunuh diri di dalam episode depresif ini. Dan Fyi, saya juga sudah 3x di rukyah loh. Hal hal yang bisa mengurangi “kambuh”nya saya adalah dengan menulis, menonton, dan mendengar. Menulis tentang emosi adalah favorit saya, dan lagi lagi wina yang terbaik, dia bikinin saya note bernamakan duan, kecil dan ringkas, membahagiakan.

IMG-20170705-WA0001

Lucu kan?

Wina juga kasih saya boneka lucu, saya namain Po-Yo, karena dia Po, dan dia rapper Yo!

IMG-20170621-WA0005

Hobi menonton saya hampir terhenti sejenak ketika saya nonton film Split, gilak ini film bikin saya gamau nonton film lain selain film ini. Oke, lebay.

IMG-20170612-WA0005

Kata temen saya, saya mirip Kevin. Masa?

Oke, sekian cerita soal penyakit saya, singkat saja ya. Kita bahas penyakit lain kali saja lagi hehe. Tapi beneran deh, gara gara penyakit ini, saya bersyukur juga, rasanya karena sakit gini saya bisa jadi lebih deket dengan keluarga keluarga saya.

Oh dikit nih, selipan cerita. Jadi, ceritanya waktu saya liburan ke Jogja kemarin, saya ketemu dong sama adik saya tercinta, namanya Uni. Kami besar bersama saat itu, tapi apa kata hidup deh, kami mulai “jauh” saat udah mulai SMA. Dari saya TK, hingga saat ini, obrolan saya dan Uni waktu itu adalah yang terbaik setelah sekian lama. Parah, kami bicarain hal hal yang keren dan indah, parah kan. Jarang jarang ada momen kaya gitu. Terimakasih ya Uni atas waktu, obrolan serta motornya. Nanti kita ngobrol lagi ya

Oke, topik terakhir nih

Apalagi kalau bukan Hore Production! Hellyea!

Jadi, ceritanya, sebelum semester ini dimulai, hore itu rencanain mau liburan bareng, liburannya ke Jogja. Eh gataunya beneran diseriusin sama anak anak, jadinya kami berangkat deh, minus Candra, huhu. ASLI SUMPAH GAK LEBAY lebaran kemarin, eh kok lebaran. Liburan kemarin tuh bener bener menyenangkan sumpah, asli parah parah. Nanti saya ceritain deh ya tentang liburan di lain waktu.

Hore ini isinya orang orang yang adalah isinya semangat saya. Asli, kalau gaada mereka saya gakmau kuliah semester ini, jamin dah. Hore itu juga kerjanya santai, tapi pasti. Keren kan emang kelompok kelompok saya nih, santai tapi pasti semuanya. Yoi.

1507197790081

Tentu Saja Hore Yang Asli adalah Ini!

 

 

Karena saya sudah mulai lelah nih, cerita tentang Hore dan Jogjanya saya ceritain lain kali ya.

Mau bikin resolusi 2018 tapi kok rasanya males dan bacot ya -__- gajadi deh.

Terimakasih yang sudah baca, mungkin sewaktu waktu saya akan memperbarui tulisan ini, tergantung mood. Saya tutup dengan foto bahagia saja ya

1508901392994

Ilmu Komunikasi C 2014 UMM

1510077529483

HORE lagi

Malang, 1 Januari 2018.

 

 

 

Tentang Luka

Halo, sudah lama tidak menulis di blog ini. Saya ingin cerita tentang Luka sebenernya, dan tentang diri saya beberapa waktu terakhir ini. Mari…

Jadi, sudah hampir 3 bulan dari check up terakhir saya bersama psikiater, kalau boleh jujur, tidak ada hal yang terlalu berubah secara signifikan, saya masih teratur minum obat, tetapi kok rasanya tidak terlalu berpengaruh ya. Saya masih merasakan cemas, takut, tidak percaya diri, dan banyak hal buruk lainnya terhadap diri saya. Menyebalkan. Saya juga tetap masih menyenangi apa itu yang namanya Self Harm atau Self Injury atau Melukai Diri sendiri. Saya ceritain dari awal deh ya. Gini ceritanya..

Jadi, pada awalnya saya gatau apa itu self harm, gimana caranya, dan apa rasanya.
Pertamanya tuh, saya sering garuk garukin badan saya hingga merah ketika mandi, atau membenturkan kepala ke tembok yang lumayan kuat, itu masih hal biasa yang tidak terlalu berpengaruh menurut saya. Kemudian saya sering “ngobrol” sama kepala saya sendiri, katanya dia, kalau liat benda tajam seperti gunting, pisau, atau silet rasanya deket. Entah, aneh saja rasanya, awalnya saya senang ngumpulin benda benda tajam ini, dan kemudian pikiran saya berkata “hei, kamu merasa emosional beberapa hari terakhir kan? coba kamu lukai dirimu dengan benda tajam, itu akan mengurangi rasa sakitnya” hebat sekali rasanya ada kepala yang bicara seperti itu di dalam pikiran saya.

Beberapa hari setelahnya, saya sangat susah tidur, kemudian saya mendengarkan lagu saja, tiba tiba teringat, bahwa saya mempunyai cutter yang masih tajam, saya mulai melukai diri saya, saya mulai mengiris pergelangan tangan saya, awalnya tidak berdarah, hanya berubah berwana merah saja. Tidak ada rasa sakit yang saya rasakan, rasanya menyenangkan. Keesokan harinya, hal serupa berulang lagi. Saya tidak bisa tidur, hingga jam 3 pagi, saya mulai main cutter lagi, kali ini saya mengiris hingga berdarah, rasanya puas melihat tangan saya kiri dan kanan saya berdarah. Rasanya ada emosi yang terluapkan, ada perasaan perasaan sedih yang berkurang, ada perasaan lega yang begitu besar. Awalnya, tidak ada rasa sakit, sampai saya mandi, baru terasa sakitnya hahaha gilak. Pertama tama, saya tidak memperlihatkan luka luka ini terhadap orang orang terdekat, karena saya takut. Namun, saya tetap memperlihatkannya kok, dan awalnya mereka mereka ini masih biasa saja tanggapannya, cuma heran saja kenapa saya melakukannya. Susah dijelaskan sebenarnya kenapa saya melakukan ini. Bisa dibilang, saya menyukai dan menikmati melakukan ini, melukai diri sendiri. Oh iya, pertama kali saya melakukan ini sekitar 7 bulan yang lalu, di mana saya di diagnosis memiliki gangguan mental.

Dan terakhir saya melakukan ini, sekitar seminggu yang lalu.

Orang orang terdekat saya mulai memarahi saya ketika mendapati lengan lengan saya terluka. Kalau boleh jujur, saya juga tidak ingin rasanya mereka marah marah ke saya, tapi apa boleh buat, saya selalu ingin melakukannya ketika saya kambuh, ketika tidak ada orang yang di dekat saya, tidak ada orang yang bicara dengan saya, tidak ada cerita yang bisa saya ceritakan, dan hal hal tentang kesendirian lainnya. Maafkan saya, saya menyukai hal ini, hal ini entah mengapa bisa menghilangkan rasa sakit saya, dan saya rasa ini menjadi adiktif bagi saya. Saya memohon maaf sebesar besarnya, bukannya saya tidak mendengarkan omongan kalian, tetapi saya tidak bisa menahan rasa ingin melukai diri sendiri. Saya tidak kuat, saya lemah. Maaf ya. Luka luka ini adalah representasi dari rasa sakit yang saya rasakan di dalam jiwa saya. Saya memang luka. Dan setiap luka ini, ada ceritanya masing masing. Setiap luka mempunyai kisahnya, ketika saya melukai diri saya, tandanya ada sakit yang tidak bisa lawan, ada perasaan kecewa, ada perasaan takut, ada cemas dan derita di dalamnya.

Baru-baru ini saya baru membaca artikel, dan saya baru tau, ternyata suka menyayat ini termasuk dalam kelainan Psikologis.

Oke, ceritanya sampai sini dulu ya. Hehe. Terima kasih.

Sekali lagi, saya minta maaf. Saya tidak bisa berjanji saya tidak akan melakukannya lagi. Saya minta maaf.

Dan, ini lah beberapa luka luka saya…

Malang, 8 Desember 2017

(JANGAN SCROLL KEBAWAH KALAU GAMAU LIAT)
(WINA GAK BOLEH LIAT)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mental Health Shit

Sebenarnya, ini agak berat untuk saya menceritakan ini, tapi, let’s kick some ass. Inilah ceritanya. 7 bulan yang lalu, saya didiagnosis menderita gangguan jiwa yang disebut Bipolar Disorder and Schizophrenia. Rasanya seperti neraka. Saya harus melawan pertempuran diam di kepala saya. Saya harus berurusan dengan monster, itu pikiran saya, diri saya sendiri. Menjadi lebih lelah bangun dari pada tidur. Berbaring di tempat tidur tanpa motivasi. Ada kesedihan tanpa kepala yang menghantui saya. Saya telah berjuang melawan depresi dan mengalami banyak kecemasan. Saya tidak keberatan memberitahumu itu. Sekarang, saya harus minum pil dan obat setiap hari. Kadang-kadang, itu menyebalkan menjadi diri saya, tapi kadang kala, saya merasa saya adalah manusia nerd paling keren dengan gangguan mental di bumi ini. Bagi saya, saya lebih baik mati daripada harus hidup dengan penyakit ini. Tapi, untungnya, saya memiliki orang-orang terdekat yang benar-benar mencintai saya, dan saya tahu, saya dicintai. Dan itulah alasan mengapa saya masih hidup sampai sekarang. Mereka yang ada di foto ini, adalah beberapa orang yang menyelamatkan saya. Selamatkan aku dariku, dan kematianku. Aku sangat mencintai mereka. Bagi Anda yang merasakan apa yang saya rasakan, mari saling mendukung dengan cara membicarakannya. Tidak apa-apa menjadi berbeda, malahan sangat keren. Depresi memakai banyak wajah yang berbeda. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Tolong, tahu lebih banyak tentang temanmu, jika mereka memiliki penyakit jiwa, gangguan, atau kegelisahan, tolong, tolong, bantu mereka. Jangan biarkan mereka menderita sendiri. Terima kasih.

[000274]

Orangtua saya tercinta

_MG_0116

5 Laki – Laki Jantan

424691_10151041911266592_407677381_n

Siapa yang kuat disenyumin gini ya?

1419737234885

Saya kangen sama semua orang yang ada di foto ini. Pada kemana ya mereka?

1420924838550

Keluarga “Besar” Saya

bxd46sacmaa3sbj

Faith

DSC_0036

Saudara Beda Orang tua

DSCF0591

Manusia – Manusia Paling Saya Sayangi

DSCF0815

Bersama Ulfah “Hamidah” Nabela Yang Cantik Sangat

IMG_0051

My Favorite Hell Crew

IMG_0144

Wina, orang paling berpengaruh di hidup saya beberapa waktu terakhir 

IMG_5971

Kangen Kika

IMG_8094

Lagi – Lagi Saudara beda Orang tua 

IMG-20131019-WA003

Solikhin Butut

IMG-20161119-WA0009

My Favorite Nerd Guys

IMG-20170623-WA0012

Band Kesayangan Saya

PicsArt_1358050543956

Adik Kesayangan Saya

Suci

Suci Kesayangan saya

 

Malang, 9 Oktober 2017

 

 

Mental Illness Awareness Week

Actually, it’s a bit hard to tell this, but, let kick some ass. Here’s the story. 7 months ago, I was diagnosed with a mental disorder called Bipolar Disorder and Schizophrenia. It feels like hell. I have to fight a silent battle in my head. I have to deal with a monster, it’s my mind, myself. Being more tired waking up than sleep. Lying in bed with no motivation. There is a headless sadness that haunts me. I’ve struggled with depression and had anxiety attacks. I do not mind telling you that.
Now, I have to take pills and meds every day. Sometimes, it sucks being me, but sometimes, I feel like I’m the coolest nerd guy with a disorder on earth.
For me, I’d rather die than have to live with this disorder. But, luckily, I have the closest people who really love me, and I know, I am loved. And they are the reason why I am still alive today. Those in this photo, are some of the people who saved me. Save me from me, and my death. I love them so much. For those of you who have felt what I feel, let’s support each other in talking about it. it’s okay on being different, it’s really cool.
Depression wears many different faces. Mental health is just as important as physical health. Please, know more about your friends, if they have mental illness, disorder, or anxiety, please, please, help them. Do not let them suffer alone. Thank you.

#MentalIllnessAwarenessWeek
#IDontMind
#Depression
#Bipolar
#Schizophrenia
#Anxiety
#BadEnglish
#SehatMental
#CeritaSaya
#SedangSehatHehe

Love Will Tear Us Apart

Peringatan: Sepertinya tulisan kali ini tingkat berlebihannya tinggi, mohon maklum. hehe thanks.

 

285495_136916969726632_2614779_n

It’s all about you, and i hate it.

 

Ini pertama kalinya saya menulis tentang Cinta.

Malam ini, tiba tiba saja saya ingin bercerita tentang cerita atau hal yang tidak pernah saya sukai sebenarnya. Tapi, mari memulai menjadi manusia secara normalnya, ini semua tentang cinta, cinta yang tulus, namun tidak akan pernah terbalas.

Kenapa saya tidak menyukai hal ini? Karena pada akhirnya, ini hanya akan membuat saya merasa sakit yang dalam.

Saya sudah lama tidak jatuh cinta, sudah lupa rasanya bagaimana. Tapi sampai sekarang, saya masih mencintaimu, masih memikirkanmu, menyayangimu.

Apa yang kau bisa lakukan terhadap saya?

Kau bisa membuatku senang
Kau bisa membuatku sedih

Kau bahkan tidak tau seberapa besar saya mencintaimu, seberapa besar saya menyayangimu, seberapa pentingnya senyummu, seberapa bahagianya jika berbicara denganmu, dan seberapa besarnya saya berharap agar saya bisa menjadi bagian dari hidupmu. Kamu adalah bagian hidup saya yang tidak pernah saya bicarakan.

Saya bisa merasakan bahwa saya sudah mulai pudar dari pikiranmu.
Saya lebih mencintaimu daripada saya mencintai diri saya sendiri.

Menyedihkan menjadi saya? Tidak masalah, saya sudah terbiasa.

Jika kau merasa sendiri, saya akan menjadi bayanganmu, untuk menemanimu.
Jika kau merasa sedih, pundak saya akan berada tepat untuk kau bersandar.
Jika kau tidak bahagia, saya akan menjadi senyummu di tiap pagi.
Jika kau membutuhkanku, aku akan selalu ada.

Cintaku tak beralasan, hanya cinta.
Cintaku tulus tak perlu kau balas, hanya cinta.

Kau adalah bait doa dalam setiap ujung shalatku.
Kau adalah ketidakmungkinan yang selalu aku doakan.
Kau adalah alasanku jatuh cinta.

Semua ini tentangmu, dan aku benci itu.

Aku mencintaimu, dan itu membunuhku.

 

Sher

Sebenarnya ini bukan tentang sheryl. Sheryl hanya pemanis. Ini semua tentang saya, dan cintanya. 

Malang, 17 September 2017